Entri yang Diunggulkan

Tips memasak dengan Santan - Makanan Indonesia terutama di daerah Sumatera banyak menggunakan bahan santan kelapa sebagai penyedap ras...

Kamis, 16 April 2020

ACAKADUT: Pepper Rice Murah & Enak ala Indonesia

Acakadut - Setelah masa Karantina COVID-19 ini pengen langsung balas dendam kulineran? Nah, informasi ini tepat buat Kamu yang suka kulineran. Pernah makan Pepper Lunch? Kalau sudah pernah, Alhamdulillah yah. Kalau belum pernah, jangan sedih guys. Karena penulis mau rekomendasiin Pepper Lunch Murah dan Enak ala Indonesia. Apalagi menunya sudah termasuk nasi. Makin Indonesia banget kan. Karena motto orang Indonesia, belum makan kalau belum makan nasi. Wkwk.. Penasaran cerita lengkapnya? Baca terus kebawah ya.


Pepper Lunch & Asal ACAKADUT

Restoran yang terkenal sebagai pelopor sajian hotplate dan pepper rice in. Pepper Rice adalah nasi yang ditaburi lada hitam. Kini sudah banyak outlet beberapa mall di Indonesia. Nah karena segmentasi untuk kalangan menengah keatas dari harga, hadirlah ACAKADUT ini. ACAKADUT ini hadir di Indonesia sejak Oktober 2016. Konsep restoran dan makanannya sama dengan Pepper Lunch, namun yang jadi pembeda itu dari cita rasa. ACAKADUT menyajikan sajian dengan bumbu Indonesia, seperti rendang, gulai, geprek, dan balado.

Nama ACAKADUT berasal dari bahasa sunda dari kata acakadut yang artinya berantakan atau acak-acakan. Dan bener rasanya lebih enak kalau sajiannya semua diaduk. Untuk tim rapi kali ini harus ikut tim aduk ya. Jangan takut berantakan atau "geuleuh (jijik)" ya. Kalau mau difoto atau instastory, bisa diawal ya. Hihi..


Lokasi & Jam Buka

Tahun 2020 ini, ACAKADUT baru ada 2 lokasi, yaitu di Tebet Timur, Jakarta Selatan dan di Sunter, Jakarta Utara 

1. ACAKADUT Tebet Timur: Jalan Tebet Timur Dalam Raya No. 57, RT 01/RW 08, Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12820

Waktu buka: pukul 11.00 - 22.00 WIB. Lokasi dekat Stasiun Tebet, jarak sekitar 1-2 km.

2. ACAKADUT Sunter: Jalan Danau Sunter Utara, Blok F20 No. 15, Sunter Agung, Tanjung Priok, RT 011/RW 012, Sunter Agung, Tanjung Priok, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta 14350


Waktu buka: pukul 11.00-22.00 WIB.




Sumber https://www.instagram.com/acakadut.co/

Harga & Menu


Untuk menu di ACAKADUT Tebet Timur ini ada macam-macam mulai dari pepper rice, steak, snack, menu hemat, extra topping, other, sampai minuman ada disini. Jadi tiap menu hotplate Pepper Rice per satu rasa itu bisa wagyu, ayam, daging sapi dan salmon untuk dagingnya.

Pepper Rice, ada beberapa varian rasa yaitu: (include nasi) Start from Rp 35.000- Rp 48.000
Original
Rendang
Gulai
Balado
Geprek

Menu Hemat.
(Start from Rp 15.000- Rp 21.000)
Narsis
Nasternet
Nakorsis
Nasisrela

Sumber https://www.instagram.com/acakadut.co/

Steak. (Start from Rp 54.000 - Rp 99.000)
Salmon
Chicken
Sirloin
Tenderloin
Rib eye

Snack (Start from Rp 16.000- Rp 23.000)
Kentang
Jamur
Kulit Ayam
Jamur
Cireng
Otak-otak

Other (Start from Rp 12.000- Rp 19.000)
Bihun
Indomie

Drinks (Start from Rp 6.000- Rp 18.000)
Aneka Teh
Milo
Air Mineral

Untuk lengkapnya, nanti dikasih gambar menu lengkapnya ya.

Sumber: https://www.instagram.com/acakadut.co/


Fasilitas


ACAKADUT Tebet Timur ini tidak tersedia toilet ya, sepengalaman penulis untuk saat itu. Jadi ruang makannya terbagi menjadi 2, yaitu bagian luar mungkin untuk smooking area dan bagian dalam ber AC. Tiap meja tersedia colokan. Tempat duduknya juga berbeda, ada yang bangku ada yang kursi semi sofa. Disini juga ada musik. Jadi gak sepi-sepi amat pas Kamu makan gitu.

Bagian Luar


Bagian dalam ber-AC

Review

Kali ini cobain menu Pepper Rice Rasa Original Daging Wagyu dan minuman Iced Tea.
Jadi sistemnya bayar dulu baru makan. Pas datang ke Outlet ACAKADUT Tebet Timur sekitar bulan April 2019, langsung ke kasir untuk pesan makanan. Untuk pembayaran ada promo dari Gopay & Ovo. Lupa diskon berapa persennya, biasanya diskon 10%. Setelah bayar, nanti dikasih no antrian. Kira-kira tunggu 5-10 menit, makanan udah dateng kok.

Untuk rasa Pepper Rice Rasa Original Daging Wagyu ini, enak banget. Daging wagyu nya lembut banget, empuk. Karena ini rasa original black pepper, yaa rasanya memang lada hitam biasa. Ada pembedanya yaitu di saus. Jadi di ACAKADUT ini tersedia berbagai macam saus, yaitu saus sambal, bubuk cabe, honey sauce, dan garlic sauce. 

Varian Saus

Karena penulis lebih suka dominan manis, jadi sausnya lebih banyak honey sauce. Tipsnya biar makin enak yaitu campur semua saus, random banget, boleh dimana aja tuanginnya, mau di telur/di daging/di nasi. Setelah itu, aduk semua makanan sampai bumbu merata. Termasuk telurnya guys. Lalu tuang keripik diatasnya. Yaa cara makannya sesuai nama restorannya. 

Kenapa begitu karena baru tahu cara makannya diaduk dan nemu enaknya waktu makan kedua kalinya disini. Jadi penulis tipe yang rapi makannya dan termasuk tim bubur gak diaduk. Karena kan gimana gitu kalau makan sajiannya diacak-acak & biar teratur juga ambil makan per bagian. Cara makan gak diaduk ini waktu pas pertama kali makan di ACAKADUT Tebet Timur ini. Karena juga kan sayang juga gitu makanan yang udah ditata cantik, diacak-acak. Dan ternyata bukan begitu guys cara makannya kalau mau nemuin cita rasa enaknya.

Untuk Iced Tea, yaa rasanya seperti pada umumnya ya, es teh. Wkwkw.. Masterpiece nya Pepper Rice guys dan kalian harus coba ini. Boleh dicoba mulai dari rasa original untuk temuin taste aslinya, untuk selanjutnya bisa cobain rasa lainnya seperti rendang, mozarella, geprek dan balado.

Untuk rating dari 1-10, makanannya enak jadi poinnya 8,5. Nilai tersebut karena belum pernah cobain rasa lainnya termasuk juga daging salmon, chicken, & beef. Kalau udah coba semua, mungkin poinnya bisa sampai 10.



Oke deh. Sekian review ACAKADUT: Pepper Rice Murah & Enak ala Indonesia kali ini. Gimana setelah baca artikel ini? Jadi tambah referensi kuliner kamu? Makin laper? Kalau penulis sih makin laper & pengen otw beli ini. Wkwk..

Semoga setelah membaca artikel ini membantu Kamu yang mau kuliner kemana dan pilih menu apa ya. Oia, dan semoga kita semua bisa kulineran keluar lagi setelah masa pandemik COVID-19 berakhir. Aamiin.. Stay safe & Stay Healthy. Salam bahagia semua...

ACAKADUT Tebet Timur pada malam hari


Sumber referensi:

https://backpackerjakarta.com/mencicipi-sajian-pepper-rice-ala-indonesia-di-acakadut-sunter/

http://blog.duniamasak.com/acakadut-pepper-rice-dengan-kearifan-lokal/

https://www.instagram.com/acakadut.co/









Senin, 13 April 2020

Cooking Competition Di ICook Culinary Center - Part 3 (END)


Cooking Competition - Udah baca Cooking Competition Di ICook Culinary Center - Part 1 & Part 2? Masih Penasaran? Ets, jangan kemana-mana yaa. Jadi setelah Cooking Competition Sesi kedua, terpilihlah masuk final. Seperti biasa guys, saingannya ibuk-ibuk. Wkwkw.. Penasaran kelanjutan ceritanya gimana? Lanjut baca kebawah yaa..


Tema & Ide

Setelah terpilih masuk final, baru dikabarin oleh panitia kalau tema lomba adalah tentang masakan olahan telur itu perkiraan H-2 atau H-1 gitu lupa. Pokoknya yang berbahan dasar telur. Nah bingung kan. Akhirnya coba cari referensi unik. Scroll menu masakan di instagram, google, youtube & berbekal pernah mencicipi apa aja. Jadilah pilih menu nasi goreng. Kok nasi goreng? Itu kan biasa. Betul, malah ini kesannya "Indonesia banget". Tapi gak salah, karena dalam nasi goreng ini ada campuran potongan nanas segar. Ini terinspirasi dari waktu kecil dulu pernah makan pizza yang toppingnya ada nanas. Dan juga dulu kalau gak salah, mama pernah masakin nasi goreng nanas & enak. Menurut pribadi ini pas. Karena makanan nasi goreng itu datar-datar aja dan juga kesan setelah makan nasi goreng itu "eneg". Eneg karena full berminyak yang suka lengket ke bibir & langit-langit mulu, tul gak? Dengan bantuan rasa asam manis dari nanas, jadi ada sensasi baru. Dan aku mau kenalin itu ke juri atau chef.

Gak lupa ada bahan wajib, yaitu telur. Nah rencanya mau dibuat dadar gulung lapis isi sayuran & sosis. Jadi ini ala Jepang gitu guys (?). Ini serius sih idenya dari instagram banget dan jujur belum pernah buat. Jadi bermodal imajinasi dari teknik tutorial video dan bener-bener gambling gatau bakal berhasil atau ngga.

Terus kepikirankan belum siapin untuk bahan apa aja, mau platting gimana. Akhirnya pulang kerja langsung kabur ke mall buat cari piring yang pas buat platting. Karena putih dan bundar itu biasa, dipilihlah piring berbentuk persegi berwarna pink & sosis bratwurst. Untuk bahannya langsung pergi ke pasar dekat kostan. Pas banget kan. Langsunglah beli potongan nanas ditukang rujak, sebungkus nasi biar instan waktunya dan juga karena dilokasi terbatas alat terlebih hanya kepakai satu porsi, garnish atau hiasan seperti selada, tomat, wortel, daun bawang, bawang merah dan bawang putih. Oia jangan lupa garam, bumbu penyedap, bubuk lada & margarin. Rumusnya tinggal beli aja ke pedagang dan bilang mau beli bahan buat bikin sambel. Karena kepakainya sedikit porsinya.

Briefing


Jadi peserta yang masuk ke final Cooking Competition Di ICook Culinary Center akan tanding lagi dari seminggu setelah pengumuman, dan lomba dilaksanakan pada 11 Mei 2019. Seperti jadwal semua, peserta diharapkan hadir jam 10.00 WIB tepat di ICook Culinary Center. Masih berlokasi di Jalan Sunter Paradise Timur Raya Blok F 21 No 36-37 Tanjung Priok RT/RW 12/12 Kota Jakarta Utara.

Setelah berkumpul semua, peserta di briefing kalau waktu memasak hanya 1 jam dengan bahan & alat yang dibawa dari rumah kecuali si bahan utama, yaitu telur. Jumlah telur yang disediakan ada 5 telur. Nah artinya harus di manajemen mau masak apa dulu, bahan apa dulu yang harus disiapin, tiap menu masakan perlu berapa telur. Nah lu pusing pusing dah tuh (!).

Waktu Memasak

Karena memasak tiga menu dan waktu hanya 60 menit, jadi dibagi prioritas. Mana yang lebih simple & cepat matang. Dipilihlah masak dadar gulung lapis sayuran dan sosis lebih dulu.

Dadar Gulung Lapis sayuran & sosis ala aku:

Bahan: Telur 3 butir, margarin, daun bawang, cabe rawit merah, sosis bratwurst, wortel, garam, bumbu penyedap, bubuk lada.


1. Pecahkan 3 telur dalam mangkok kecil.
2. Iris daun bawang.
3. Potong wortel menjadi kecil-kecil berbentuk dadu.
4. Potong sosis menjadi kecil berbentuk dadu.
5. Kalau selera pedas, boleh pakai cabai rawit merah. Kalau pakai cabe rawit hijau jadinya agak pahit & kurang pedas. :")
6. Masukan semua bahan kedalam mangkok yang sudah berisi 3 telur.
7. Masukkan juga garam, lada bubuk, dan bumbu penyedap. Sedikit aja dan utamakan garam. Biar lebih berasa dan jangan keasinan juga ya. Nanti dikira mau nikah lagi #curhat
8. Siapkan wajan. Panaskan dulu dengan api kecil. Cek apakah udah panas atau belum, caranya dengan cipratkan air. Setelah air abis baru tuang margarin secukupnya.
9. Setelah wajan panas. Masukkan sebagian adonan telur, sedikit aja. Tujuannya agar telur bisa dibuat berlapis.
10. Setelah mulai kering telurnya, boleh sampai sedikit kecoklatan, lipat kecil bagian depan ke dalam. Lalu gulung atau lipat sampai setengah ukuran wajan. Lalu ditambahkan adonan telur lagi, sampai wajannya full telur lagi. Lipat lagi.
11. Langkah ini diulangi terus menerus sampai adonan telurnya habis ya.
12. Sajikan.

Dadar gulung lapis sayuran & sosis ala Amanda


Nasi Goreng Nanas ala aku:

Bahan: Nasi, telur 1 butir, garam, bumbu penyedap, bubuk lada, margarin, daun bawang, sosis bratwurst, potongan nanas, bawang merah dan bawang putih.

1. Siapkan nasi, margarin, garam, bumbu penyedap, bubuk lada, telur 1 butir
2. Iris sosis bratwurst menjadi kecil-kecil. Sesuai selera sih, kalau mau terasa digigit artinya iris potongan bulat besar.
3. Iris daun bawang.
4. Iris bawang merah dan bawang putih.
5. Panaskan wajan dengan api kecil. Setelah panas, masukkan 2 sendok margarin.
6. Tumis bawang merah dan bawang putih sebentar sampai harum. (Btw ini cara mamaku masak nasi goreng).
7. Setelah harum, sisihkan di nasi.
8. Masukkan margarin kira-kira 3-4 sdm karena buat nasi goreng dan telur 1 butir. Buat orak arik.
9. Tumis sosis bratwurst bersama telur orak arik sebelumnya.
10. Masukkan nasi yang sudah ada tumisan bawang merah dan bawang putih.
11. Aduk sampai merata dan jangan lupa kasih garam, bumbu penyedap dan lada.
12. Jangan lama-lama guys, karena kalau kering nasinya suka lebih keras teksturnya dan lebih berminyak. Kalau dirasa sudah berasa asin dan gurih, langsung masukkan potongan nanas. Aduk sampai layu.
13. Setelah nasi goreng dan nanasnya sudah layu. Masukkan irisan daun bawang, aduk sebentar sampai layu atau setengah matang. Biar masih fresh. 
14. Matikan api dan sajikan. Tuang nasi dalam cetakan nasi bundar, lalu sajikan di piring.

Nasi Goreng Nanas ala Amanda


Topping telur kuning dan putih ala aku:

1. Pecahkan 1 butir telur. 
2. Bagi 2, bagian kuning aja & putih. Caranya biar mudah, pecahkan di mangkok lalu taruh ditelapak tangan sampai kuningnya terpisah. Jangan lupa dibawah tangan ada mangkok lagi untuk menampung bagian putih telur.
3. Setiap bagian kuning dan putih telur diberi garam, bumbu penyedap dan lada bubuk.
4. Panaskan wajan
5. Kasih margarin kira-kira 2 sdm. 
6. Goreng bagian kuning telur. Setelah selesai, goreng bagian putih telur.
7. Setelah selesai semua dadar kuning dan putih telur, tiriskan.
8. Setelah agak dingin, iris panjang.
9. Hias menganyam diatas nasi goreng nanas yang sudah dicetak bulat.
10. Iris tomat dan potong selada 2 lembar. Hias deh.

Nasi Goreng Nanas & Dadar Gulung lapis sayuran sosis


Hasil Lomba


Total waktu memasak Cooking Competition Di ICook Culinary Center ini tepat 60 menit. Karena cukup simpel dan gak ribet untuk platting terutama bumbunya. Karena ada beberapa peserta yang belum selesai, dipakailah waktu yang ada untuk beres-beres stasion masak. Biar lebih bersih, rapih dan enak diliat. Hal kebersihan juga menjadi penilaian lho. Karena kalau stasion bersih, otomatis higienis masakan terlihat.

Setelah semua selesai. Peserta satu persatu mulai maju menghidangkan makanannya. Dicicipi lalu langsung dikomentar juri, dan dinilai hari itu juga. Peserta atau temen-temen lain ada yang masak, telur balado, kreasi omelette, daging isi telur rebus, dan kebab isi telur.

Deg-degan guys~~

Penilaian sudah. Akhirnya diumumkan pemenangnya. Pembacaan dimulai dari juara 3. Dan hasilnyaaa......

Namaku disebut. Yaa ampun ga nyangka. Wkwkw.. Udah hopeless dan do the best aja deh buat seru-seruan. Saingannya juga ibuk-ibuk, yang lebih berpengalaman masaknya. Eh menang juara 3 Alhamdulillah si Nasi Goreng Nanasku. Hihi.. Hasilnya poinnya beda tipis, beda 2 poin atau 5 poin gitu lupa.

Pemenang kedua adalah masakan daging isi telur rebus. Dan pemenang pertama adalah kebab isi telur. Wah selamat semuanya~~
Hikmah ikut Cooking Competition Di ICook Culinary Center ini dapat teman baru, pengalaman baru, kreatifitas, menguji mental, skill dan keberanian, nyobain station masak profesional, ilmu baru dari chef langsung, kepercayaan diri dan hadiah tentunya.

Berikut adalah hadiah untuk para pemenang.
1. Handphone Samsung + voucher senilai IDR 2.000.000 (khusus kelas 6 bulan)
2. Slow juicer + voucher senilai IDR 1.000.000 (kelas private/6 bulan)
3. Pepper shaker + voucher IDR 500.000 (semua kelas) 


Top 3

Gimana ceritanya Cooking Competition Di ICook Culinary Center - Part 3? Seru kan?!! Setelah baca artikel ini ayo absen dulu, apakah jadi pengen ikutan lomba masak juga? Pengen contek resepnya? Atau malah makin lapar? Wkwkw.. Apapun itu semoga terhibur dan dapat ilmu ya dari tulisan ini. Kalau kamu suka atau ada masukan, boleh dong komen dibawah dan share ke temen-temen kamu. Ets, jangan lupa cantumin sumber nama penulis ya sebagai bentuk menghargai karya. Oke deh karena Cooking Competition Di ICook Culinary Center - Part 3 adalah part terakhir. See you di next artikel yang lebih seru. See you & salam bahagia~~



Dokumentasi:


Bangga & Percaya Diri

Omelette Kreasi & Kebab isi telur

Happy terus~~

Daging isi telur rebus


Telur lada hitam (mungkin)


With Chef Yanto, btw kenal Chef Juna lho


Nah ini review pepper shaker (hadiah juara 3) kisaran harga di e-commerce 100-200ribu @amanda.daisy21


Papper Shaker ini harus ditekan "kupingnya" biar keluar si lada hitamnya.



Minggu, 12 April 2020

Cooking Competition Di ICook Culinary Center - Part 2

Cooking Competition - Sudah baca Part 1 di artikel sebelumnya? Gimana masih penasaran? Nah kita lanjut di Cooking Competition Di ICook Culinary Center - Part 2 yaa. 

Jadi setelah gugur di sesi pertama, dipanggil lagi via whatsapp untuk ikut Cooking Competition Di ICook Culinary Center. Mungkin karena hasil masakan semua peserta bagus-bagus dan mendekati sempurna. Jadilah diundang lagi.

Dengan perjalanan dari Stasiun Tebet ke Stasiun Rajawali, sampailah di tempat ICook Culinary Center. Masih berlokasi di Jalan Sunter Paradise Timur Raya Blok F 21 No 36-37 Tanjung Priok RT/RW 12/12 Kota Jakarta Utara. Sekarang lebih lancar perjalanannya karena udah hapal tempat dan patokan jalannya.

Setelah sampai dilokasi dan masih nunggu semua peserta sekitar 15 menit. Ternyata dari beberapa peserta ada wajah baru. Tapi teteup di dominasi ibu-ibu. Karena sebelumnya udah pernah dapat brosur, voucher kursus dan pulpen, jadi untuk saat ini gak dikasih lagi. Wkwkw..

Waktu lomba

Peraturan Lomba Masaknya masih sama. Dengan waktu kurang lebih 1 jam dengan tema lomba yang sama, yaitu Easter Cooking Competition dengan memasak Half-boiled egg, Poached Egg dan Omelette. Seperti biasa, sebelum mulai ada briefing dulu dan pembagian bahan lomba, yaitu 5 butir telur. Dan gak lupa ketinggalan yaitu pengecekan kualitas telur apakah masih fresh atau engga. Caranya masih sama yaitu, dikocok apakah isinya padat atau ngga. Kalau hasilnya ngga padat, artinya telurnya kurang fresh.


Waktu Memasak

Untuk memasak menu Half-Boiled Egg, Poached Egg dan Omelette masih sama dengan postingan sebelumnya yaitu Cooking Competition Di ICook Culinary Center - Part 1 tapi dengan durasi masak lebih cepat atau lebih sedikit menit ditiap menunya. Karena belajar dari pengalaman sebelumnya yang hasilnya overcooked semua. Wkwk.. Tapi yang berbeda lomba masak kali ini yaitu untuk masak Poached Egg pakai teknik Water Vortex.


Poached Egg ala aku:

Pakai teknik masak Simmering. Simmering adalah teknik memasak bahan makanan cair seperti saus yang didihkan terlebih dahulu.


1. Siapkan panci yang berisi air dengan takaran cukup untuk telur tenggelam. 
2. Masak dengan api kecil. 
3. Sambil menunggu mendidih atau Simmering, masukkan sekitar 1 sendok makan cuka dan sedikit garam.
4. Pecahkan telur dan taruh di mangkok kecil.
5. Lalu siapkan mangkok kecil yang berisi air matang suhu ruangan (biasa). Agar ketika Poached Egg matang, bisa berhenti proses masaknya ketika disimpan dalam mangkok tersebut.
6. Setelah mendidih atau Simmering. Aduk-aduk air dalam panci searah atau berlawanan arah jarum jam. Ingat, aduk dengan pelan atau beraturan & bukan cara bar-bar ya.
7. Lalu masukan telur dan tetap diaduk. Agar tekstur kuning telur tetap didalam putih telur.
8. Masak dengan durasi 4-5 menit.
9. Setelah selesai waktu, angkat dengan sendok sayur dan masukkan ke dalam mangkok air yang sudah disiapkan sebelumnya. Hal ini juga bertujuan agar cuka yang terdapat dalam permukaan Poached Egg bisa hilang dan telur tidak asam.
10. Sajikan.

Hasil Masakan yaitu Omelette, Poached Egg dan Half-Boiled Egg


Hasil Lomba

Setelah penjurian dengan cara membawa setiap masakan hasil olahan telur ke meja juri, hasil Cooking Competition Di ICook Culinary Center - Part 2 adalah:

1. Half-boiled Egg: mendekati sempurna, terlihat tekstur putih telurnya masih lembut tapi bagian dalam kuning telurnya masih pekat yang artinya sedikit lebih matang.


2. Poached Egg: Kini pakai Teknik Water Vortex. Hasilnya overcooked. Mungkin seharusnya 2-3 menit dan penampilannya tidak cantik karena bagian kuningnya keluar. Jadi si kuning telurnya matang setengah. :((



3. Omelette: Untuk hasil mendekati sempurna. Karena dibagian dalam Omelette lebih lembut & setengah matang. Cirinya dibagian luar Omelette masih kuning cerah.


Photo dulu sama Juri~


Karena dua hasil masakan telur mendekat sempurna, jadi majulah ke babak selanjutnya. :")
Akhirnya gak sia-sia belajar dari pengalaman sebelumnya.

Ets, keseruannya gak cuman sampai sini. Masih ada hal seru di next episode. Jadi tunggu yaa di postingan Cooking Competition Di ICook Culinary Center - Part 3. Dan penulis janji itu adalah part terakhir.

Jadi jangan sampai ketinggalan yaa. See you & salam bahagia.

Akhirnya ada peserta termuda, Hi Rizki 

@amanda.daisy21





Jumat, 10 April 2020

Cooking Competition Di ICook Culinary Center - Part 1

Cooking Competition - Ikutan Cooking Competition? Emang bisa masak? Ets, jangan salah, bisa dong. Walaupun gak jago amat. Berbekal pengalaman masak dari SD (Sekolah Dasar) kelas 6 udah masak sayur asem di sekolah, nekat lah ikutan. Wkwk.. Disamping karena gratis juga pendaftarannya dan hadiahnya menarik, jadi daftar deh. Mau tahu cerita lengkapnya? Baca terus sampai bawah ya.


Awal Mula

Berbekal informasi dari postingan instagram, lupa karena ada ads atau memang sebelumnya follow akun-akun kursus masak. Akhirnya coba daftar via whatsapp dan terpilihlah jadi peserta. Karena lokasi tinggal di Tebet, Jakarta Selatan dan Lokasi Lomba Masak ICook Culinary Center di Daerah Sunter, Jakarta Utara.
Dipilih naik kereta. Selain murah dan cepat, lokasi stasiun dekat dengan tempat tinggal. Perjuangan banget harus transit di Stasiun Manggarai dan Stasiun Jatinegara terus pindah kereta untuk tujuan turun di Stasiun Rajawali.

Berikut postingan informasi lomba:

instagram @icookculinary


JOIN AND WIN ICC EASTER CHALLENGE OF COOKING EGGS!
.
Paskah identik dengan telur. Apakah Anda dapat membuat berbagai hidangan telur yang berkualitas serta tertarik untuk mendapatkan hadiah jutaan rupiah? Jika ya, ikutilah Easter Challenge of Cooking Eggs dari @icookculinary! .
Syarat peserta:
- 1 tim terdiri dari 1 peserta
- Berusia 18—40 tahun.
- Bukan seorang chef profesional, pakar kuliner, atau instructure chef/dosen. - Sehat jasmani dan rohani.
.
Kegiatan lomba:
1. Peserta memasak plain omelette, half-boiled egg, poached egg, dan hard-boiled egg.
2. Panitia hanya menyediakan 6 butir telur untuk setiap tim dalam setiap challenge. Peserta dilarang membawa telur dari luar.
3. Panitia menyediakan kompor, boiling pan, frying pan, dan spatula. Peserta boleh membawa alat masak sendiri dan bertanggung jawab atas peralatan masing-masing.
4. Waktu persiapan 10 menit, waktu memasak 45 menit. Semua persiapan dan pengolahan hanya dilakukan di waktu tersebut.
5. Pengumuman pemenang akan diumumkan di hari yang sama.
6. Peraturan dapat berubah sewaktu-waktu dan keputusan juri tidak bisa diganggu gugat.
.
Acara dilaksanakan tanggal 27 April 2019 pukul 10.00—selesai. Berikut adalah hadiah untuk para pemenang.
1. Handphone Samsung + voucher senilai IDR 2.000.000 (khusus kelas 6 bulan)
2. Slow juicer + voucher senilai IDR 1.000.000 (kelas private/6 bulan)
3. Pepper shaker + voucher IDR 500.000 (semua kelas)
.
Untuk daftar dan info lebih lanjut, silakan hubungi 0812-8801-9253.
.
Professional Culinary Center for aspiring chefs & food enthusiast
www.i-cookculinary.com

Tempat

Karena takut telat dan belum tahu tempatnya, udah berangkat 2 jam sebelumnya untuk estimasi nyasar, nunggu kereta yang lama, dan akhirnya jadi orang pertama yang dateng. Wkwk..
Bingung kan dan takut salah tempat. Dan sampailah di Ruko dan ada papan nama ICook Culinary Center. Lokasi ICook Culinary Center ini di Jalan Sunter Paradise Timur Raya Blok F 21 No 36-37 Tanjung Priok RT/RW 12/12 Kota Jakarta Utara. Perjalanannya dari turun di Stasiun Rajawali, lanjut naik Gojek/Grabbike.


Briefing

Karena ada beberapa peserta yang belum datang, jadi ada waktu tunggu sekitar 15-30 menit (lupa). Setelah nunggu, datang lah beberapa peserta yang rata-rata ibu-ibu dan ada peserta kursus masak ICook Culinary Center sendiri. Auto gak pede kan. Mungkin jadi peserta termuda juga. Malah cuman berbekal belajar via youtube. (Hiks). Tapi harus percaya diri dan juga udah punya basic masak. Apalagi tema lomba "Easter Cooking Competition", bisalah sekedar masak telur mah. Yah kalau memang gak menang juga gak apa, karena memang tujuannya cari kegiatan & pengalaman aja.

Tiap peserta dapat name tag, voucher kursus masak, brosur & pulpen lho. Btw kalau mau dapat sertifikat, gak dapet. Karena sertifikatnya khusus buat yang kursus di ICook Culinary Center ini aja.

Instagram @amanda.daisy21


Lomba Masak

Sebelumnya mulai, ada perkenalan tentang tempat kursus & briefing tentang peraturan lomba masak di ICook Culinary Center (termasuk station masak, bahan, alat masak) di lantai 1. Oia, untuk tambahan mangkok atau sendok dll, bawa dari rumah ya. Untuk tempat lomba masaknya ada di lantai 2. Jadi ada 3 ruangan di lantai 2, 1 ruangan sedang ada peserta khusus, 1 ruangan untuk headchef atau para chef instruktur, dan 1 tempat lagi untuk Lomba Masak. Di tempat lomba masak sekitar ada 12 meja station masak lengkap dengan kompor, alat masak dan 6 tempat cuci piring dan yang penting ada exhaust fan dapur.

Tempat Lomba Masak


Belum lengkap rasanya kalau masak belum pake apron dan topi koki. Wuih, serasa di  Galeri MasterChef deh. Deg-degan banget pas juri atau headchef ada didepan meja peserta kasih aturan lomba.

Jadi tiap peserta dikasih pas 5 telur. Tidak boleh gagal karena gak dikasih telur lagi. Waktu masak 60 menit untuk semua telur. Jadi untuk estimasi tiap telur dimasak dalam waktu 15 menit. 

Peserta harus masak 3 jenis masakan olahan telur yaitu poached egg, half-boild egg/semi-soft egg, dan omelette. Kalau hard-boiled egg engga ada, karena ini masakan telur standar alias telur rebus biasa yang full matang itu. Oia, setelah semua dikasih telur, aku langsung cek tuh si 5 telur tersebut masih fresh atau engga. Caranya dikocok atau digoyang-goyangkan. Kalau telur isiannya terkocok atau engga padat, nah artinya telurnya udah lama. Karena pas banget dapat 3 dari 5 telur yang kurang fresh, cobalah ajuin ke juri lain atau chef untuk tukar telur. Karena kalau telur kurang fresh, mempengaruhi rasa & masakannya.

Jadi sistemnya, setiap selesai masak per 1 butir telur kecuali untuk omelette butuh 3 telur. Lalu olahan telur langsung maju ke meja juri untuk langsung penilaian. Untuk olahan telur pertama, yaitu masak half-boiled egg. 

Half-boiled egg ala aku yaitu:

Pakai teknik masak Poaching. Poaching adalah teknik memasak dengan menggunakan bahan cair dan api yang kecil 

1. Awalnya masak air sampai kira-kira 1 telur tenggelam semua dengan api kecil.
2. Tunggu sampai mendidih atau gelembungnya kecil, lalu kasih garam sedikit.
3. Setelah mendidih, taruh telur pakai sendok stainless steel sayur +atau sendok juga bisa. Biar gak pecah kena permukaan panci. 
4. Setelah telur baru masuk, barulah di stop watch. Sambil nunggu, siapin mangkuk yang sudah diisi air keran. Tujuannya untuk setelah telur masak, rendam di air tersebut biar proses masaknya berhenti.
5. Tepat 7 menit 30 detik, diangkatlah telur dan langsung direndam pada mangkok yang sudah diisi air sebelumnya.
6. Sajikan dipiring.

Penasaran hasil dan komen juri? Tunggu sampai selesai semua proses masak yaa. Hihi..


Poached Egg ala aku:

Pakai teknik masak Simmering. Simmering adalah teknik memasak bahan makanan cair seperti saus yang didihkan terlebih dahulu.

1. Sama seperti proses masak Half-boiled Egg. Awalnya masak air sampai kira-kira 1 telur tenggelam semua dengan api sedang.
2. Tunggu sampai mendidih. Agar cepat prosesnya, api nya boleh besar.
3. Setelah sedikit mendidih yang tandanya ada gelembung kecil-kecil alias istilah masaknya yaitu simmering. Masukkan sedikit garam & apinya dikecilin lagi.

FYI, karena tekniknya macam-macam, ada yang pakai plastik (plastic wrap method), pakai saringan (Sieve Method) , dan pakai teknik water vortex. Karena pemula & ini bener-bener pertama kali masak poached egg, jadi dipakailah teknik plastik.

4. Sediakan mangkok yang sudah dialasi plastik. Kasih minyak goreng sedikit biar gak lengket. Lalu pecahkan telur dan simpan diatas plastik, lalu diikat plastik tersebut.
5. Sebelum plastik yang sudah berisi telur itu dimasukan ke dalam panci. Air yang dalam panci tersebut harus diputar aduk teratur searah atau berlawanan jarum jam. Bukan aduk air sembarang atau bar-bar ya.
6. Setelah air dalam panci tersebut berputar-putar, langsung masukan telur dan set stopwatch. Aduk pelan-pelan, agar sikuning telurnya tetap dalam putih telur. Jadi nanti telurnya cantik, si kuning telurnya tidak pecah keluar dan tetap dalam putih telur. Sambil nunggu, siapin mangkuk yang sudah diisi air keran. Tujuannya untuk setelah telur masak, rendam di air tersebut biar proses masaknya berhenti.
7. Rebus dalam waktu 5-6 menit. Angkatlah telur dan langsung direndam pada mangkok yang sudah diisi air sebelumnya.
8. Buka plastiknya dan sajikan dipiring.



Omelette ala aku: (Btw bukan telur dadar biasa guys)

1. Pecahkan 3 telur dalam mangkok. Kasih garam sedikit lalu aduk.
2. Siapkan wajan & tuang minyak sedikit. Nyalakan dengan api kecil.
3. Tuang telur dalam wajan, tampilan telur agak diacak tapi beraturan ya. Karena ini bukan bikin telur orak arik. Jadi setiap diaduk atau diseret kedepan, adonan penuhin wajan. Nah disitu telur diseret kekanan atau kekiri lagi, & begitu seterusnya. 
4. Kumpulin telur ke bagian depan hingga berbentuk bulan sabit atau gampangnya di bagi 2 lalu dibagi 2 lagi. 
5. Goreng sebentar aja sekitar 2 menit mungkin ya, karena khas omelette ini bagian luar kering matang (tampilan masih kuning) bukan berarti matang kecoklatan dan bagian dalam masih setengah matang sedikit. 
6. Sajikan

Mon maap ribet bacanya pemirsa, tapi emang kenyataan begitu & ribet juga bagian masak per-telur-an ini terutama omelette ini. :")

Hasil masakan Half-boiled egg, poached egg & omelette

Hasil Lomba


Setelah dikejar waktu, jadilah sekitar 45 menit selesai 3 sajian olahan telur yaitu Half-boiled Egg, Poached Egg, dan Omelette.

Hasilnya:
1. Half-boiled Egg: terlalu matang, mungkin karena over cooked 1-2 menit. Cirinya, bagian putih telur lebih matang dan bagian kuning telur warna kuningnya lebih pekat yang artinya sedikit lebih matang.

2. Poached Egg: Teknik plastic wrap method bagus. Cuman lazimnya pakai teknik water vortex yang pakai cuka sambil diputar dalam air mendidih. Jadi hasilnya lebih perfect softnya. Dan hasilnya juga over cooked 1-2 menit, jadi kurang setengah matang gitu. :") Cirinya, bagian putih telur lebih matang  berwarna putih pekat dan bagian kuning telur warna kuningnya lebih pekat yang artinya sedikit lebih matang.

3. Omelette: Hasilnya overcooked, karena diatas 3 menit masaknya. Teksturnya kurang fluffy dan bagian dalam kurang setengah matang. Dan teknik yang bagus & dipakai chef umumnya, pan nya di panaskan dulu. Bukan Pan diisi minyak baru dipanaskan. Setelah pan dipanaskan & agar tahu cirinya sudah panas, cipratkan air sampai kering. Baru taruh minyak goreng.

Akhirnya deg-degannya selesai


Karena dari semua masakan hasilnya overcooked, jadilah belum beruntung guys sebagai pemenang. Sedih sih artinya emang harus belajar lagi & tapi senengnya dapet ilmu langsung dari chef profesional. Siapa tahu yaa kan bisa ikutan MasterChef Indonesia. xD. Kalian yang baca tulisan ini, jadi saksi yaa. Aamiin :D


Ets, ternyata cerita Cooking Competition Di ICook Culinary Center belum selesai sampai sini & ada kejutan cerita lainnya.
Tunggu di next postingan yaa, Cooking Competition Di ICook Culinary Center Part 2. 
See You dan salam bahagia semuanyaa....


Foto dulu bareng juri/headchef & Mbak Melly (peserta kursus ICC)


Sumber referensi:
https://brainly.co.id/tugas/10741978
https://www.instagram.com/p/BwCRKHng_gM/


Rabu, 08 April 2020

Kuliner Khas Tangerang: Kuliner Legendaris Nasi Jagal

Nasi Jagal - Sekilas Nasi Jagal kesannya serem ya. Jagal, yang artinya pemotongan atau penyembelihan. Tapi ternyata ngga kok. Malah kini Nasi Jagal jadi kuliner khas di Kota Tangerang, tepatnya di daerah Bayur. Awalnya diajak kulineran lah, tapi syarat yang unik dan belum pernah cobain plus terkenal. Nah, direkomendasiin lah, kata temen "Ke Nasi Jagal aja Man, lu belum pernah coba kan". Menarik tuh, buat konten juga bagus. Perjalanan pake motor dari Jakarta Selatan ke Tangerang, jauhhhh benerrrr. Karena malam dan buka 24 jam, langsung berangkat dan perjalanan sekitar 2 jam mungkin ya, karena plus muter-muter juga. Wkwkwk.

Penasaran gimana? Lanjut baca kebawah ya.


Asal Usul

Nasi Jagal, artinya nasi (beras yang dimasak) dan Jagal (pemotongan/penyembelihan). Pas banget karena menu yang disajikan itu bisa semua bagian sapi termasuk jeroan, daging kepala dan gajih. Karena minatnya masyarakat olahan daging. Jadilah yang terkenal menu daging sapi bumbu kecap atau Nasi Jagal .

Dekat tempat jagal hewan
Awalnya kuliner ini dijual oleh orang Madura yang merantau ke Tangerang dan karena tinggal dekat  pemotongan hewan. Maka didirikanlah Nasi Jagal ini untuk melayani para pekerja Jagal dan masyarakat sekitar.

Lokasi Nasi Jagal bagian luar


Asal kuliner ini dari RPH alias Rumah Pemotongan Hewan dan sampe sekarang nama yang terkenal Nasi Jagal. Untuk tahun kapan berdirinya, setelah cari info, belum dapat info valid baik dari internet atau orang sekitar. Karena kan harus dari beberapa narasumber. Tapi kata temen ini udah lama, dibawah tahun 2018. Dan waktu penulis datang kesana sekitar Agustus 2018. Karena penasaran, tanyalah ke penjual, jadi ternyata ada 2 tempat nasi jagal, yang di bagian dalam dan diluar pinggir jalan. Jadi beliau udah berjualan di bagian dalam dekat RPH atau tempat jagal selama 2 tahun dan diluar pinggir jalan selama 4 tahun. Mungkin yang lebih tahu & asli orang Tangerang, boleh komen dibawah yaa..  



Lokasi Makan

Seperti diparagraf sebelumnya. Tempat makan Nasi Jagal ini dibagi 2 tempat, yaitu bagian dalam dan luar. Untuk bagian dalam itu memang bagian asal usul nama Nasi Jagal itu ada. Nah waktu penulis datang, penulis makan di Jalan Bayur, Periuk di Kota Tangerang (bagian luar). Lokasinya gak jauh dari Pusat Pemerintahan Kota Tangerang sekitar 6 km dan dari Pintu Air 10 Sungai Cisadane sekitar 1,5 km. 

Untuk waktu buka, 24 Jam Nonstop. Wow ngalahin Mekdi gak tuh. Terus bisa dipesan lewat aplikasi online yaitu Grabfood atau Gofood. Mantul, canggih bener. 

Nasi Jagal bagian dalam & lebih dahulu


Harga

2016: Seporsi Nasi Jagal Rp 13.000. (Belum termasuk minum & info dari temen yang agak-agak lupa, Wk.. )
2018: Seporsi Nasi Jagal Rp 11.000 (Nasi & Olahan Daging bumbu kecap)
          Seporsi Nasi Goreng Jagal Rp 13.000 (Nasi Goreng dan potongan daging tanpa bumbu kecap)

Penulis kurang paham juga kenapa lebih murah, karena belum bisa perbandingan dari sebelumnya. Kalau perkiraan sih mungkin porsi dagingnya lebih sedikit & mungkin tiap kedai berbeda-beda harganya.

Oia, pelengkapnya ada sambal, timun, telor asin, dan kerupuk melinjo.

Nasi Jagal seporsi Rp 11.000


Nasi Goreng Jagal Rp 13.000

Pelengkap Nasi Jagal



Review

Nasi Jagal, rasanya enak, bumbu kecapnya kerasa. Sesuai ekspektasi dari gambar yang bertebaran di google. Untuk perempuan, porsinya pas. Mungkin kalau laki-laki kurang. Haha..

Nasi Goreng Daging Jagal, rasanya enak tapi biasa aja, mungkin kalau dagingnya dibumbui yang sama kaya Nasi Jagal, mungkin lebih mantap.

Intinya lebih suka yang Nasi Jagal. Mungkin karena memang Masterpiece nya.

Penulis makan di kedai ini



Oke deh, mungkin sekian review pengalaman dan rasanya. Semoga membantu Kamu buat gambaran yang mau nyobain Kuliner Khas Kota Tangerang yaitu Kuliner Legendaris Nasi Jagal. Atau setelah baca ini malah makin lapar? Wkwkwk Sama, penulis juga :( Tapi udah terbatas gak boleh keluar rumah & kulineran karena lagi Physical Distancing dan ada Pandemi COVID-19 (Corona Virus). Sediiii :((


Oia, sehat & bahagia selalu guys. Boleh kali yang suka tulisan ini, dishare dan dikomen biar makin semangat nulis. Hihi... Dan jangan lupa cantumin sumber penulis, terimakasih. :))



Sumber referensi:


https://banten.idntimes.com/food/dining-guide/muhammad-iqbal-15/nasi-jagal-khas-tangerang-yang-melegenda/full

https://www.pesenmakan.id/nasi-jagal-makanan-khas-tangerang-yang-melegenda/




Karena lokasi Nasi Jagal dekat Masjid & Gedung Walikota, jadi mampir dulu deh